1

Sabtu, Maret 24th, 2012

1

Iklan

Ayahku dan Cita-cita itu

Sabtu, Maret 24th, 2012

Sindiran nya kini yang menjadi teman kalbu ku ,

ku terbelangkai akan tugasku . saat ia rapuh pun

aku seakan tak peduli . sentuhan tangan legamnya kini sudah tidak ada 

saat ku terjaga , lalu terperanjat

diwaktu itu aku masih merasa beliau masih menjaga dalam lelapku 

tapi ternyata aku takkan pernah bisa tuk mendapatinya lagi tuk disampingku . karena apa ? karena ia di sampingmu sekrang tuhan . disamping mu ;’) disaat teman-teman sudah bersedia menghadapi ujian sekolahnya dan slesaikan kewajibannya sebagai penganuit ilmu . aku hanya duduk disandaran berharap ini hanya sebuah mimpi panjangku 

ah tapi ini sudahj jalan ku . aku ingat selalu akan janjimu disaat aku sakit dahulu 

beliau pernah berjanji tuk selalu menjagaku dan mengarahkan ku tuk jadi apa yang ku mau ;’) SELAMAT JALAAN JAGOANKU ! 😀 anak kecil ini selalu berdoa untukmu .. jaga dia tuhan 

392320_288101781241424_100001248140359_832889_162698319_n

Sabtu, Maret 24th, 2012

392320_288101781241424_100001248140359_832889_162698319_n

Antara Bodoh atau Cinta ?

Sabtu, Maret 24th, 2012

Di saat ku merasa nyaman di situlah aku merasa tidak ada beban

tetapi ketika ia jatuhkan aku dan sekali lagi terjatuh aku seperti terpingkal dalam perasaan ku sendiri

mengapa mereka terus menganggap ku bodoh , kata mereka aku bisa dapatkan yang lebih baik

tapi ini apa tuhan ? aku tak bisa pungkiri itu semua aku bisa menahan diriku tapi tidak dengan perasaan ku. di depan mereka seperti nya aku tak punya harga diri ! karena apa ? karena aku masih mempertahankan seseorang yang kini menjadi kekasihku ,.. entah apa yang ada di fikiran  mereka !
aku kini hanya bingung memilih perkataan sahabat ku atau mengutamakan perasaanku 

DHCP SERVER

Jumat, Maret 23rd, 2012

Pentingya DHCP server Pada Infrastruktur Jaringan Windows 2003

konfigurasi windows dhcp serverBersama dengan Domain Name System (DNS), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) merupakan pondasi dasar dari infrastructure Jaringan Windows 2003 atau Windows 2000. DHCP server memberikan configurasi IP secara dinamis kepada hosts yang ada dalam jaringan komputer anda agar bisa saling berkomunikasi satu sama lain. Seperti yang telah dibahas sebelumnya dalam design IP address, untuk bisa berkomunikasi pada suatu jaringan private ataupun pada jaringan public Internet, setiap host pada jaringan harus diidentifikasi oleh suatu IP address.

Buat apa sich sebenarnya DHCP server ini? DHCP sangat dibutuhkan untuk mengurangi kompleksitas konfigurasi IP pada computer. Bayangkan saja kalau anda sebagai administrator jaringan dalam suatu business yang mempunyai sekitar 1000 computer dan anda tahu bahwa setiap computer tersebut membutuhkan konfigurasi IP yang unik. Kalau anda harus melakukannya manual satu persatu …wah bakal keriting tuch jari, tapi jangan kawatir bisa direbonding kok tuch jari. Belum lagi kalau ada perubahan konfigurasi missal perubahan IP pada DNS atau WINS, atau perubahawan gateway address; maka andapun harus mengubahnya satu persatu lagi. Itu pun kalau berjalan mulus kalau salah ketik saja dan terjadi IP yang sama maka IP conflict tak terhindarkan dan anda harus mencarinya dan mengubahnya.

Dengan cara memberikan sewa IP dari database sentral, DHCP server secara automatis mengelola IP address assignment termasuk default Gateway; Subnet mask; DNS server IP; WINS dan juga beberapa setting penting lainnya pada client computer dalam jaringan anda. Berikut ini dijelaskan proses leasing IP (minjam IP ke DHCP server oleh client computer).

1. DHCP Client mengirimkan pesan broadcast kejaringan suatu pesan paket yang namanya DHCPDISCOVER untuk mencari kalau ada DHCP server dalam jaringan tersebut

2. DHCP Server yang ada pada jaringan tersebut membalas dengan cara memberikan respon dengan paket DHCPOFFER

3. Kemudian client computer menerima tawaran DHCP server ini dengan mengirim paket konfirmasi DHCPREQUEST

4. DHCP server kemudian

skema APIPA (Automatic Private IP Addressing) yang berada pada range address 169.254.0.1 until 169.254.255.254. APIPA ini merupakan skema IP address private yang tidak di route ke Internet.

Untuk DHCP server bisa melakukan tugasnya memberikan sewa IP address kepada client komputer, maka seorang administrator harus mendefinisikan scope IP address, suatu pool IP address. seperti dalam scenario diartikel mengenai design IP address, dimana Guinea Smelter ditentukan untuk memakai IP address antara 192.168.100.1 sampai 192.168.101.254 atau secara lazim ditulis 192.168.100.0/23, maka anda harus memasukkan IP pool pada rentang IP address tersebut dengan default subnet mask 255.255.253.0. Tentunya anda juga harus memberikan exclusion IP address yang bakal dipakai secara manual oleh beberapa piranti jaringan seperti IP address untuk router interface yang berada pada jaringan trusted private anda; beberapa server seperti DNS atau domain controller; server DHCP anda sendiri ataupun IP address static untuk beberapa Switch anda agar bisa di manage remotely dengan mudah.

Client computer akan menyewa IP address selama rentang waktu tertentu yang ditentukan oleh DHCP server. Jika masa sewa sudah menginjak 50% dari masa sewa, maka client computer tersebut akan memperbaharui masa sewa langsung ke DHCP server IP address yang sama. DHCP server akan memberikan masa sewa untuk periode sewa berikutnya.

DHCP Scope

DHCP scope adalah suatu IP address pool dalam suatu logical subnet seperti 192.168.100.1 sampai 192.168.100.254, yang bisa diberikan oleh DHCP server tersebut kepada client computer pada subnet tersebut. Scope IP ini sangat penting bagi DHCP server untuk memanage distribusi dan pemberian IP address sekalian konfigurasi parameter penting lainnya kepada client computer dalam jaringan.

Scope DHCP server menspesifikasikan rentang IP address yang tersedia untuk disewakan kepada clients computer. suatu IP address dalam scope yang sudah didefinisikan dan ditawarkan kepada client PC disebut suatu “lease”. Setiap “lease” mempunyai masa sewa tertentu dan client computer tersebut secara periodic harus memperbaharui masa sewa IP yang sama tersebut.

Suatu range tertentu bisa diset exclusion dalam suatu range scope yang telah didefinisikan jika anda sebagai admin tidak menginginkan range IP address tersebut disewakan kepada client. Exclusion range ini memastikan bahwa DHCP server tidak akan menawarkannya kepada client.

DHCP server juga bisa menyediakan IP address khusus untuk diapkai oleh device network dengan MAC address tertentu. Jadi anda bisa mencadangkan pemakaian IP address untuk MAC address tertentu. Fitur ini sangat bagus untuk dipakai oleh beberapa server; printer; dan piranti lainnya yang memerlukan IP address static.

Perlu diketahui bahwa DHCP server ini bersifat broadcast, sementara router secara default memblokir paket broadcast, maka DHCP tidak bisa melewati router. Untuk bisa melewatkan broadcast paket DHCP ini anda memerlukan piranti router yang compliant dengan RFC1542 atau DHCP relay agent untuk mem-forward paket broadcast dari DHCP ini.

Rumus keseimbangan beban (load balance)

Untuk memberikan fault tolerance pada layanan DHCP server dalam suatu subnet yang diberikan, anda bisa meng-konfigure dua DHCP server untuk melayani IP address pada subnet yang sama. Dengan membuat dua DHCP server, jika salah satu server tidak tersedia atau tidak berfungsi

merespon balik dengan mengirim paket DHCPACK

5. Setelah umur sewa mencapai 50% dari masa sewa (biasanya secara default DHCP server memberikan lease period selama 8 hari), client computer tersebut melakukan perpanjangan sewa langsung ke DHCP server dengan mengirim paket DHCPREQUEST

6. DHCP server pun menerima ijin perpanjangan sewa IP ini dengan sinyal paket DHCPACK lagi

Berikut beberapa catatan penting mengenai DHCP server:

Jika DHCP server dalam suatu jarngan tidak diketemukan, maka suatu computer secara automatis akan mengadopsi IP address dar

Cara Memasang Kabel UTP Tipe Straight dan Cross

Rabu, Februari 29th, 2012

Mungkin banyak dari Anda yang bertanya-tanya, kenapa artikel cara memasang kabel UTP tipe straight dan cross baru saya posting hari ini. Seharusnya cara setting kabel untuk jaringan sudah lebih dahulu saya posting sebelum saya memposting artikel tentang membuat jaringan (LAN) antar 2 komputer. Hal ini disebabkan, pada artikel Dunia Komputer yang tersebut, seorang teman sempat meminta saya untuk memposting artikel tentang setting kabel UTP tipe cross dan straight.

Saya diibaratkan seperti memberi semangkok bakso tanpa memberikan sendok. Malah sedoknya saya suruh beli sendiri di toko komputer. Begitu komentarnya. Saya ngomong komputer koq malah di ajak ngomong bakso. ha..ha.. Ada-adanya tuh sobat Ipin. Terima kasih masukkanya sobat. Saya sangat butuh masukkan seperti itu. Nah untuk menjawab pertanyaan dari sobat Ipin, langsung saja ya saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe straight dan cross. Biar artikelnya ga kepanjangan. Nanti Anda malah malas membacanya.

Sebelum Anda praktek, ada beberapa hardware yang perlu Anda siapkan, diantanranya:

    1. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair). Kabel UTP yang biasa dipakai adalah kabel UTP categori 5 (UTP Cat 5). Kenapa? Karena kabel UTP Cat-5 support transfer data hingga 100 Mbps. Kabel ini terdiri atas 8 kecil yang mempunyai warna berbeda-beda. Warna kabel tersebut adalah Orange, Orange Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Hijau Putih, Coklat, dan Coklat Putih.

Kabel UTP

    1. Yang kedua adalah Jack RJ-45. Jack ini mirip dengan jack telepon rumah. Cuma ukurannya yang lebih besar. Jack RJ-45 terdiri dari 8 pin, sesuai dengan jumlah kabel UTP.

Jack RJ-45

    1. Crimping Tools atau Tang Crimping. Hardware yang satu ini mirip dengan tang. Namun, fungsinya tidak seperti tang pada umumnya. Crimping tool ini berguna untuk menjepitkan kabel pada Jack RJ-45.

crimping tools

Semua hardware diatas bisa Anda dapatkan di sebagian besar toko komputer. Harganya pun tidak terlalu mahal.

Kabel UTP Tipe Straight

OK. Sekarang saya kan bahas cara pemasangannya. Yang pertama adalah cara memasang kabel UTP tipe straight. Untuk itu, lakukan langkah-langkah berikut:

    1. Kupas ujung kabel sekitar 1 cm, sehingga kabel kecil-kecil yang ada didalamnya kelihatan.
    2. Pisangkan kabel-kabel tersebut dan luruskan. Kemudian susun dan rapikan berdasarkan warnanya yaitu Orange Putih, Orange, Hijau Putih, Biru, Biru Putih, Hijau, Coklat Putih, dan Coklat. Setelah itu potong bagian ujungnya sehingga rata satu sama lain.
    3. Setelah kabel tersusun, ambil Jack RJ-45. Seperti yang saya katakan tadi Jack ini terdiri dari 8 pin. Pin 1 dari jack ini adalah pin yang berada paling kiri jika posisi pin menghadap Anda. Berurut ke kanan adalah jack 2, 3, dan seterusnya.

Urutan Pin Jack RJ-45

  1. Kemudian masukkan kabel-kabel tersebut ke dalam Jack RJ-45 sesuai dengan urutan tadi yaitu sebagai berikut:
    • Orange Putih pada Pin 1
    • Orange pada Pin 2
    • Hijau Putih pada Pin 3
    • Biru pada Pin 4
    • Biru Putih pada Pin 5
    • Hijau pada Pin 6
    • Coklat Putih pada Pin 7
    • Coklat pada Pin 8.

    Masukkan kabel tersebut hingga bagian ujungnya mentok di dalam jack.

  2. Masukan Jack RJ-45 yang sudah terpasang dengan kabel tadi ke dalam mulut tang crimping yang sesuai sampai bagian pin Jack RJ-45 berada didalam mulut tang. Sekarang jepit jack tadi dengan tang crimping hingga seluruh pin menancap pada kabel. Biasanya jika pin jack sudah menancap akan mengeluarkan suara “klik”.

Sekarang Anda sudah selesai memasang jack RJ-45 pada ujung kabel pertama. Untuk ujung kabel yang kedua, langkah-langkahnya sama dengan pemasangan ujung kabel pertama tadi. Untuk itu, ulangi langkah-langkah tadi untuk memasang Jack RJ-45 pada ujung kabel yang kedua.
Susunan kabel UTP tipe straight bisa Anda lihat pada gambar di bawah:
Kabel UTP Tipe Straight

Kabel UTP Tipe Cross

Cara memasang kabel UTP tipe straight sudah saya jelaskan tadi. Sekarang saya bahas mengenai cara memasang kabel UTP tipe cross. Cara pemasangan kabel UTP tipe cross hampir sama dengan memasang kabel UTP tipe straight. Mengenai teknis pemasanganya sama seperti tadi. Perbedaanya adalah urutan warna kabel pada ujung kabel yang kedua. Untuk ujung kabel pertama, susunan kabel sama dengan susunan kabel UTP tipe straight yaitu:

  • Orange pada Pin 1
  • Orange Putih pada Pin 2
  • Hijau pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Hijau Putih pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.

Untuk ujung kabel yang kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapaun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

  • Hijau Putih pada Pin 1
  • Hijau pada Pin 2
  • Orange Putih pada Pin 3
  • Biru pada Pin 4
  • Biru Putih pada Pin 5
  • Orange pada Pin 6
  • Coklat Putih pada Pin 7
  • Coklat pada Pin 8.

Susunan kabel tadi bisa Anda lihat pada gambar di bawah.

Kabel UTP Tipe Cross
Hasil akhir kabel UTP tipe cross akan seperti ini:

Hasil Akhir kabel cross
Kesimpulannya adalah jika Anda memasang kabel UTP tipe straight maka susunan warna pada kedua ujung kabel adalah sama. Sedangkan cara pemasangan UTP tipe cross, susunan warna ujung kabel pertama berbeda dengan unjung kabel kedua.

Demikian tutorial cara memasang kabel UTP tipe straight dan tipe cross. Semoga bermanfaat bagi Anda. Apabila Anda menemukan kesalahan pada artikel ini mohon dikoreksi melalui kotak komentar. Terima kasih.

Membatasi Bandwidth Tanpa Software

Rabu, Februari 29th, 2012

Sharing koneksi internet atau Internet Connection Sharing adalah hal lazim dilakukan sekarang ini. Namun membagi koneksi internet ke beberapa komputer jelas menurunkan bandwidth yang kita terima dari Internet Service Provider (ISP) jika beberapa user secara bersamaan mengakses internet. Apalagi jika seorang user sedang mendownload file yang cukup besar. Misalkan sebuah film berdurasi 2 jam yang besarnya kira-kira 1 GB. Coba bayangkan jika satu koneksi internet kita bagi ke 10 PC dan semua pengguna PC tersebut sedang mendownload file yang besarnya 1 GB bisa lemot koneksi internet kita. Untuk itu, saya rasa perlu jika Anda membatasi bandwith koneksi internet pada setiap komputer.

Untuk membatasi bandwith koneksi internet, lazimnya kita menggunakan sebuah software bandwidth management yang mungkin tidak gratis dan berharga cukup mahal. Namun ada sebuah cara membatasi bandwidth koneksi internet sebuah komputer tanpa menggunakan software pada sebuah jaringan lokal (LAN) kita. Langkah-langkah yang kita gunakan hampir sama dengan cara mempercepat koneksi internet yang pernah saya tulis sebelumnya. Namun, ada sedikit perbedaan. Berikut langkah-langkahnya:

    1. Klik Start »» Run dan ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.
    2. Pada jendela sisi sebelah kiri pilih Computer Configuration »» Administrative Template »» Network »» Qos Packet Scheduler.

QosPacketScheduler untuk membatasi bandwidth

    1. Kemudian di sisi jendela sebelah kanan double click Limit Reservable Bandwidth

Opsi Limit Reservable Bandwidth

    1. Pada jendela Limit Reservable Bandwidth tandai option Enable dan set Bandwidth limit menjadi 50 % atau nilai yang Anda inginkan. Semakin besar nilai yang Anda set maka semakin kecil bandwidth yang bisa digunakan komputer tersebut.

Set limit reservable bandwidth untuk membatasi bandwidht

  1. Setelah seting Anda anggap sesuai click tombol OK dan tutup jendela Group Policy.

Agar setingan berpengaruh restart komputer. Kemudian cobalah untuk melakukan test terhadap kecepatan koneksi internet pada komputer tersebut. Jika Anda rasa masih cepat atau terlalu lambat, rubahlah setingan dengan mengikuti langkah-langkah tadi. Kemudian rubah nilai pada Bandwidth Limit menjadi lebih besar atau kecil tergantung dari kecepatan yang Anda inginkan. Setelah setingan Anda anggap pas. Barulah set komputer-komputer lainnya pada jaringan dengan seting yang sama atau seting yang berbeda pada Bandwidth Limit. Tentu saja dengan langkah-langkah yang sama seperti seting diatas.

Demikian sebuah cara membatasi bandwidth koneksi internet tanpa menggunakan software. Memang kurang efisien karena mesti menset satu-persatu komputer terutama pada jaringan yang besar. Namun pada jaringan skala kecil yang hanya terdiri dari 5-10 komputer saya rasa tidak cukup berat dilakukan. Lumayan untuk mengirit uang belanja software. Selamat mencoba!

Memperbaiki Bootmgr is Missing di Windows 7

Rabu, Februari 29th, 2012

BOOTMGR is missing. Press Ctrl+Alt+Delete to restart, bagi Anda pengguna sistem operasi Windows, mungkin pesan error seperti ini sering Anda temui. Sebagain besar dari Anda mungkin belum mengetahui cara memperbaiki error tersebut. Pada artikel kali ini saya akan berbagi tips untuk memperbaiki error Bootmgr is missing di Windows 7. Untuk memperbaiki error Bootmgr is missing di Windows 7, Anda membutuhkan DVD Setup Windows 7 atau CD Repair (System Repair Disk) Windows 7. Simak tutorial cara membuat system repair disk Windows 7. Jika Anda kebetulan tidak mempunyai CD, Anda bisa menyimak Cara Membuat System Repair Disc Windows 7 dengan Flashdisk 2).

Jika semuanya sudah siap, ikuti langkah-langkah berikut untuk memperbaiki error Bootmgr is missing di Windows 7:

    1. Pertama masukkan CD Repair Windows 7 ke CD/DVD drive komputer. Restart komputer dan atur agar komputer boot dari CD melalui BIOS.
    2. Pada saat Anda sudah boot dari CD tersebut, pada jendela pertama yang muncul, pilih Windows 7 di list Operating System dan klik tombol Next.

System Recovery Options

    1. Selanjutnya, di jendela System Recovery Options, pilih Command Prompt pada daftar tool recovery yang teredia.
System Recovery ToolsKlik gambar untuk memperbesar

  1. Dijendela command prompt yang muncul, ketik perintah berikut:
    • bootrec /RebuildBCD
    • bootrec /fixmbr
    • bootrec /fixboot

    Ingat! Sebelum mengetik 3 perintah tadi, Anda mesti berpindah dulu ke directoryx:\windows\system32 dengan menggunakan perintah cd x:\windowssystem32.

  2. Tutup jendela CMD, kemudian restart komputer dan boot dari harddisk Anda (bukan dari CD lagi).

Sekarang Windows 7 Anda akan boot kembali secara normal setelah Anda melakukan perbaikan tadi. Namun, jika tidak, coba boot kembali dari CD Repair Windows 7 yang tadi Anda gunakan. Pada langkah ke-3 di tutorial di atas pilih Startup Repair. Kemudian akan muncul jendela Startup Repair.

Startup RepairKlik gambar untuk memperbesar

Tunggu hingga proses tersebut selesai dan restart komputer. Lakukan Startup repair tadi sebanyak 3 (tiga) kali.

 

Sekian tips memperbaiki Bootmgr is Missing di Windows 7. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba!

Sekilas Tentang Ethernet Splitter

Rabu, Februari 29th, 2012

Beberapa hari yang lalu seorang kawan bertanya pada saya, “Gus, tahu ga dimana beli Ethernet Splitter?” Saya jawab tidak tahu. Sebab alat yang satu ini jarang saya temui dan memang belum pernah saya gunakan. Lalu saya berpikir, kenapa tidak saya jadikan sebuah topik artikel saja di blog ini. Mungkin tidak sedikit dari Anda yang belum tahu tentang apa itu Ethernet Splitter. Langsung saja say browsing tentang topi ini. Akhirnya, setelah browsing ke beberapa situs dan blog salah satunya, akhirnya saya menemukan beberapa sumber. Hasil browsing saya tersebut akan saya bahas dibawah ini.

Ethernet Splitter adalah sebuah alat yang memungkinkan kita menghubungkan 2 (dua) komputer (perangkat network lainnya) ke dalam jaringan LAN kabel hanya dengan menggunakan sebuah kabel LAN. Dengan kata lain, kita bisa menghubungkan 2 komputer ke hub, switch atau router melalui 1 kabel LAN saja. Alat ini juga sering disebut dengan Ethernet cable splitter atau LAN splitter.

Ethernet Splitter

Mungkin Anda pernah mempunyai pengalaman menambahkan sebuah komputer lagi ke dalam jaringan LAN kabel, namun tidak memungkinkan lagi untuk menambah kabel oleh karena tidak mempunyai kabel yang cukup untuk itu. Untuk membeli kabel baru, mungkin dana belum cukup. Mengingat harga per-meter dari kabel CAT-5 yang biasa digunakan dalam jaringan LAN cukup mahal.

Nah, untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa menggunakan alat yang benama Ethernet Splitter untuk menambah sebuah komputer kedalam jaringan tanpa harus menambah kabel LAN. Seperti yang telah saya sebutkan di atas alat ini memungkinkan kita untuk menghubungkan 2 komputer ke jaringan LAN hanya dengan 1 kabel.

Menurut sumber yang saya baca, Ethernet splitter harus digunakan secara berpasangan. Jika hanya menggunakan 1 (satu) buah, maka tidak akan bekerja. 1 (satu) splitter digunakan pada ujung kabel yang akan terhubung ke hub atau switch dan 1 (satu) lagi pada ujung kabel yang akan terhubung ke komputer.

Apakah Ethernet Splitter Bekerja dengan Baik?
Sayangnya, seperti yang saya sebutkan di awal artikel, alat ini jarang saya temukan. Beberapa toko alat-alat komputer yang saya kunjingi tidak memilikinya. Jadi saya belum bisa mencoba untuk mengetahui apakan alat ini berkeja dengan baik ataupun tidak.

Sebenarnya ada sebuah tutorial untuk membuat ethernet splitter yang saya temukan yaitu di situs Instructables.com pada halaman How-to make your own Ethernet “splitter”. Namun, kedalanya salah satu alat yang dibutuhkan juga cukup sulit ditemukan, yaitu RJ-45 keystone jack.

Untuk itu, apabila ada diantara Anda sudah pernah mencoba menggunakan ethernet cable splitter ini, saya mengundang Anda untuk berbagi pengalaman Anda melalui komentar di bawah. Selain itu, apabila Anda berada di seputaran Bali, khusnya Denpasar dan mengetahui toko yang menjual Ethernet Splitter, mohon memberikan info Nama dan alamat toko tersebut. Agar nanti bisa saya kunjungi untuk membeli alat ini dan segera melakukan percobaan.

Mencoba Linux di Windows dengan Linux Live USB Creator

Senin, Januari 30th, 2012

Dengan semakin banyak dan berkembangnya Sistem Operasi Linux, terutama banyaknya distro Linux gratis yang bisa kita gunakan seperti Ubuntu, Kubuntu, Fedora, PCLinuxOS dan lainnya, mungkin membuat sebagian yang belum pernah mencoba penasaran. Bagi pengguna Windows, ada alternatif untuk mencoba tanpa harus install di komputer, dengan menggunakan USB Flashdisk saja.

 

Sebelumnya saya juga pernah mengulas tentang Membuat Bootable Linux dalam USB Flashdisk dengan software UNetBootin. Kini ada alternatif software lain yang lebih mudah dan juga mempunyai beberapa kelabihan lain, yaitu Linux Live USB Creator ( disingkat LiLi ).

Linux Live USB Creator mendukung berbagai distro Linux, selengkapnya bisa dilihat diSupportes Linuxes. Selain bisa membuat bootable USB Linux, dengan Lili ini, kita juga bisa membuat Linux langsung berjalan di windows tanpa harus booting. Dibanding UNetBootin, penggunaannya juga lebih mudah.

5 Langkah Mudah

Untuk membuat Bootable Linux dalam USB, software ini memberikan 5 langkah mudah. Ketika menjalankan pertama kali, langsung tampil ke-5 langkah ini dengan penjelasan yang mudah diikuti. Berikut tampilan awal program ini :

Penjelasan Langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Pilih USB Flashdisk yang akan di isi dengan Linux, USB harus dengan Format FAT atau FAT32. Jika USB sudah FAT atau FAT32, kita tidak perlu mem-formatnya.
  2. Langkah ini adalah memilih sumber distro Linux, bisa dari CD-ROM, file ISO yang sudah ada di hardisk atau jika kita punya koneksi internet yang cepat, pilih Download (langsung download dari internet)
  3. PERSISTENCE, merupakan pengaturan besarnya space USB yang akan digunakan untuk menyimpan data, konfigurasi yang kita ubah atau jika kita nanti ingin menginstall software tambahan di linux USB ini. Jika ini tidak di isi ( 0 MB), maka Linux di USB tetap bisa dijalankan, tetapi perubahan data di linux tidak akan tersimpan. Serta kita tidak bisa menyimpan data di linux dan menginstall software tambahan lain.
  4. Langkah 4 ini ada 3 pilihan : yang pertama apakah file-file yang diuat akan di sembunyikan (hidden), kedua apakah USB akan di format ( semua data akan hilang) dan ketiga untuk membuat versi portable di windows (perlu koneksi internet)
  5. Langkah terkhir adalah CREATE, klik icon halilintar warna kuning untuk mulai proses pembuatan. Sebelumnya kita bisa mengatur opsi tambahan dengan klik tombol OPTIONS

Setelah langkah 5 selesai, maka USB kita sudah berisi Linux dan siap kita coba. Restart komputer dan atur BIOS agar booting pertama kali membaca USB Flashdisk ( jika belum tahu bisa membaca artikel saya sebelumnya : Bagaimana mengatur BIOS agar Komputer Booting dari USB Flashdisk ? ). Di rekomendasikan memasang USB di port komputer bagian belakang.

Penjelasan tentang PERSISTENCE

Dengan adanya fitur Persistence, setelah kita booting dan menjalankan linux, maka segala perubahan (setting) atau penambahan file bisa tersimpan di USB. Kita juga bisa menginstall software di linux dan software ini akan tersimpan meski kita restart komputer atau booting ulang.

Jika Persistence ini di isi 0 MB, maka perubahan setting atau data di linux (misalnya mengubah theme/tampilan, wallpaper dsb) akan hilang ketika kita menjalankan ulang Linux di USB. Dan sampai artikel ini ditulis, jika kita menjalankan Linux USB ini secara langsung dari windows ( dengan VirtualBox ), maka fitur Persistence belum bekerja.

Membuat Versi Portable di windows

Di langkah ke 4 terdapat pilihan untuk membuat Linux bisa langsung dijalankan di windows tanpa harus booting. Tetapi jika ini dipilih, installasi akan memerlukan koneksi internet untuk download software tambahan, yaitu VirtualBox ( besarnya sekitar 68 MB). Dengan koneksi yang terbatas, tentu ini akan merepotkan, apalagi jika belum selesai tetapi proses pembuatan gagal di tengah jalan.

Alternatifnya, jika ingin membuat versi Windows, kita bisa download VirtualBox secara terpisah dari link yang sudah disediakan ( Download Portable Virtual Box – 68 MB). Selanjutnya Extract (atau buka virtual box) dan letakkan semuanya di USB yang sudah berisi linux yang sudah dibuat.

Setelah di extract ke USB akan ada folder bernama VirtualBox. Selanjutnya kita tinggal membuka folder ini dan menjalankan file Virtualize_This_Key.exe.